Kapan Boleh Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?

Kapan boleh berhubungan intim setelah melahirkan

Halo Bunda, pada tulisan ini admin tipsbunda.co akan membahas hal yang kebanyakan wanita pikirkan, yaitu kapan waktu yang tepat untuk bisa berhubungan intim setelah melahirkan (pasca persalinan). Yuk disimak penjelasannya!

Banyak para Bunda (khususnya yang baru melahirkan anak pertama) merasa khawatir untuk melakukan hubungan intim dengan sang suami pada saat pasca melahirkan. Namun tidak dapat dipungkiri, kehidupan seks yang sehat juga merupakan hal yang penting untuk menjaga hubungan baik suami istri.

Bunda tak perlu khawatir, itu merupakan hal yang wajar saja terjadi. Karena memang benar adanya, kondisi Bunda pasca melahirkan memang tidak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut, diantaranya yaitu terbukanya luka bekas persalinan, kelelahan fisik, kurang tidur karena merawat bayi, dan ketika Bunda menyusui, hormon prolaktin yang bekerja memproduksi Air Susu Ibu (ASI) dapat mengurangi keinginan untuk berhubungan suami istri.

Lalu Kapan Boleh Berhubungan Intim Setelah Melahirkan?

Sebenarnya, tidak ada waktu yang pasti untuk memulai kembali hubungan seks dengan suami, karena perkara tersebut berkaitan dengan kesiapan Bunda secara fisik dan emosional.

Namun, pastikan dulu masa nifas atau pendarahan pasca melahirkan telah usai karena rahim butuh waktu pemulihan. Biasanya akan memakan waktu selama 3 (tiga) minggu. Tetapi, hitungan waktu itu tidak mutlak bagi setiap perempuan. Ada juga yang mesti menunggu lebih lama, antara tiga sampai enam bulan tergantung kesiapan istri.

Seks Pasca Persalinan Normal

Kebanyakan wanita yang baru melahirkan disarankan untuk menunda berhubungan seksual sampai enam minggu setelah melahirkan, yaitu setelah melakukan pemeriksaan pasca persalinan dan dinyatakan oleh dokter atau bidan sudah boleh berhubungan intim kembali.

Seks Pasca Caesar, Episiotomi, atau Prosedur Lainnya

Bila Bunda menjalani persalinan melalui pembedahan caesar, episiotomi atau prosedur lainnya, waktu penyembuhan luka akan bergantung kepada seberapa luas dan posisi dari luka bedah. Setelah enam minggu pun, wanita yang menjalani prosedur tersebut masih bisa merasakan ketidaknyamanan dalam berhubungan seks.

Bila Hormon Belum Stabil

Kesiapan untuk melakukan hubungan intim tidak terbatas kepada waktu penyembuhan luka, melainkan ada pula faktor lainnya, seperti hormon. Setelah melahirkan, kondisi hormon wanita belum kembali normal sampai menstruasi. Sementara haid sendiri mungkin tidak datang selama 4-12 minggu pasca persalinan. Pada Bunda yang menyusui bayi secara eksklusif, menstruasi mungkin datang lebih lama dari waktu tersebut.

Agar Seks Pasca Melahirkan Berjalan Mulus

Agar hubungan suami istri tidak terganggu, satu hal yang terpenting adalah memastikan kedua pihak siap dan tidak perlu terburu-buru. Dalam hal ini adalah menunggu pemulihan istri sepenuhnya setelah melahirkan. Sambil menunggu, Bunda bisa mempraktikkan senam kegel untuk melatih otot-otot dasar panggul dan vagina. Bunda juga perlu mengisi energi yang terforsir selama melahirkan dengan mencukupi kebutuhan nutrisi. Ketika tiba saatnya Bunda merasa sudah bisa berhubungan intim kembali, pertimbangkan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Langkah ini efektif dalam mengantisipasi Bunda yang belum siap hamil lagi untuk sementara waktu.

Kembali berbunga-bunganya kehidupan seks Bunda dan pasangan bukan berarti tidak ada rintangan. Ingatlah bahwa hal ini tidak bisa dipaksakan. Maka dari itu, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hubungan seksual pasca melahirkan bisa berjalan mulus.

Seks untuk tidur yang berkualitas

Tidur dan seks sama pentingnya, namun keduanya bisa berjalan berlawanan. Kita bisa saja terlelap tidur tanpa berhubungan seks, tapi di lain sisi, kita tidak bisa berhubungan seks saat merasa kurang istirahat.

Untuk mengakalinya, Bunda dan pasangan bisa menjadikan seks sebagai jalan agar bisa tidur pulas. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan hubungan seks secara teratur lebih mungkin mendapatkan tidur yang lebih berkualitas dibandingkan mereka yang jarang berhubungan seks.

Menerima perubahan bentuk tubuh

Payudara Bunda mungkin terlihat lebih berisi dan lebih seksi. Namun, agak lucu bila tiba-tiba ASI bisa keluar begitu saja saat melakukan aktivitas seks. Tenang, hal ini bukanlah masalah dan tidak perlu malu, Bunda harus menerima kondisi tubuh yang baru. Bila suami juga tidak keberatan, permainan payudara boleh saja dilakukan selama Bunda tidak mengalami masalah pada puting seperti luka, atau abses. Sebaliknya, bila hal ini dirasa sungkan, Bunda bisa menyiasatinya dengan menyusui bayi hingga susu terkuras habis sebelum beraktivitas seksual.

Orgasme tidak berarti harus penetrasi

Bila penetrasi belum memungkinkan untuk dilaksanakan, masih ada banyak cara untuk menikmati kehidupan seks. Cobalah untuk berpelukan dan lanjutkan dengan ciuman agar Bunda terbiasa lagi dengan sentuhan intim suami. Sempatkan melakukan hal ini untuk menjaga kedekatan suami dan istri, walaupun di tengah kesibukan mengurus bayi. Selain itu, Bunda juga bisa melayani suami dengan melakukan oral seks untuk suami atau menggesekkan penis suami dengan tangan.

Hindari seks oral kepada istri

Seks oral pada daerah kewanitaan merupakan larangan terbesar selama beberapa bulan pertama pasca persalinan. Bukan saja bisa menyebabkan infeksi pada vagina dan rahim, tapi juga bisa berakibat lebih serius yaitu kematian meskipun jarang terjadi. Ketika suami melakukan rangsangan oral pada vagina, udara bisa masuk ke dalam vagina melalui tiupan yang seringkali tidak disengaja. Selanjutnya udara bisa sangat mudah masuk ke pembuluh darah rahim hingga menyebabkan kondisi medis fatal yang disebut emboli udara.

Gunakan pelumas

Untuk membuat seks lebih nyaman, cobalah gunakan pelumas berbahan dasar gel. Bila suami menggunakan kondom, Bunda jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak karena dapat menyebabkan kebocoran pada kondom.

Jika berhubungan seks tetap terasa menyakitkan, walaupun sudah dilakukan dengan perlahan-lahan, coba konsultasikan kepada dokter atau bidan. Terkadang, bekas luka jahitan pada vagina akibat prosedur episiotomi bisa menimbulkan ketidaknyamanan jangka panjang sehingga diperlukan pembedahan untuk memperbaikinya. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila terjadi keputihan yang berbau tidak sedap, jika darah nifas masih keluar setelah 4 minggu atau bila terjadi peningkatan volume perdarahan secara mendadak.