10 Penyebab Bayi Tiba-Tiba Menangis Keras

bayi tiba-tiba menangis

Halo Bunda! Pada tulisan kali ini, tipsbunda.co akan berbagi salah satu informasi seputar perawatan bayi, yaitu masalah bayi tiba-tiba menangis dengan keras. Yuk disimak gejala dan penyebabnya serta bagaimana pula Bunda bisa mengatasinya!

Menangis adalah satu-satunya cara yang bisa si bayi lakukan untuk mengkomunikasikan rasa lapar, rasa sakit, ketakutan, kebutuhan untuk tidur, dan banyak lagi. Jadi, bagaimana Bunda bisa tahu persis apa yang bayi Bunda coba katakan kepada Bunda? Bisa jadi sulit untuk menafsirkan tangisan anak Bunda, terutama jika ini merupakan pengalaman pertama Bunda.

Alasan Umum Bayi Tiba-Tiba Menangis

1. Kelaparan

Ini mungkin hal pertama yang Bunda pikirkan saat bayi Bunda menangis. Belajar mengenali tanda-tanda kelaparan akan membantu Bunda mulai memberi makan bayi Bunda sebelum tahap menangis. Beberapa tanda kelaparan yang harus diperhatikan pada bayi yang baru lahir termasuk rewel, bibir pucat, rooting (refleks bayi baru lahir yang membuat bayi menoleh ke tangan Bunda saat Bunda menekan pipi mereka), dan bereaksi ketika Bunda meletakkan tangan ke mulut mereka.

2. Masalah perut dari kolik dan gas

Masalah perut yang terkait dengan gas atau kolik juga bisa menyebabkan si bayi menangis. Kondisi yang agak misterius yang dikenal dengan kolik biasanya digambarkan sebagai tangisan yang tidak dapat dihantam setidaknya tiga jam sehari, setidaknya tiga hari dalam seminggu, setidaknya tiga minggu berturut-turut.

Jika bayi Bunda sering menangis meskipun tepat setelah diberi makan, dia mungkin memiliki semacam sakit perut. Banyak orang tua berusaha dengan memberikan obat  tetes yang dibuat dari air yang dicampur dengan sari tumbuhan dan sodium bikarbonat, namun cara tersebut tidak terbukti efektif. Jadi, pastikan terlebih dahulu kepada dokter apa permasalahan yang terjadi pada anak Bunda dan apakah benar cairan tersebut bisa membantu.

3. Perlu bersendawa

Bersendawa bukanlah hal yang wajib. Tapi, jika bayi Bunda menangis setelah diberi makan, bisa jadi bersendawalah yang dia butuhkan. Bayi menelan saat mereka menyusu dan ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan jika ada angin yang tidak dilepaskan. Beberapa bayi akan sangat terganggu jika memiliki angin di perut mereka.

4. Popok kotor

Memang terdengar sepele, tapi kondisi ini juga merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan si bayi menangis. Karena hanya dengan menangislah si bayi bisa memberikan informasi bahwa ada sesuatu yang terjadi pada mereka. Maka dari itu, biasakan untuk mengecek popok si bayi terlebih dahulu.

5. Terlalu dingin atau terlalu panas

Jika bayi Bunda merasa kedinginan, seperti saat Bunda melepas pakaiannya untuk mengganti popok atau membersihkan bagian bawahnya dengan lap dingin, dia mungkin akan memprotes dengan menangis karena merasa kedinginan.

Bayi yang baru lahir biasanya dibungkus dengan kain agar tetap hangat (tapi tidak terlalu hangat). Bayi cenderung tidak mengeluh karena terlalu panas daripada terlalu dingin, dan biasanya mereka tidak akan menangis dengan keras hanya karena masalah ini.

6. Sesuatu yang menyakitkan dan sulit diperhatikan

Ada suatu kondisi yang sangat berbahaya jika tidak Bunda perhatikan, yaitu ketika bayi terganggu akibat adanya rambut yang melilit jari si bayi. Biasanya terjadi saat ada rambut di dalam kaos kaki/tangan mereka. Memang terdengan sepele, tapi kondisi tersebut dapat memotong sirkulasi darah si bayi hingga bisa menyebabkan amputasi. Dokter menyebut situasi yang menyakitkan ini sebagai “hair tourniquet”, dan ini adalah hal pertama yang para dokter periksa ketika bayi menangis kencang tanpa alasan.

Ada beberapa bayi yang memang ekstra peka terhadap hal-hal seperti jenis pakaian atau kain yang Bunda kenakan kepada mereka. Mereka bisa menjadi sangat pemilih (bisa dimengerti) tentang segala hal yang Bunda berikan mulai dari posisi tidur hingga botol susunya.

7. Sakit gigi

Tumbuh gigi bisa terasa sakit karena setiap gigi baru masuk melalui gusi muda yang lembut. Beberapa bayi menderita lebih banyak daripada yang lain, tapi semua cenderung rewel dan menangis karena tumbuh gigi pada suatu saat.

Jika bayi Anda tampak sakit dan Bunda tidak yakin mengapa, coba rasakan gusi Bayi dengan jari Bunda. Bunda mungkin terkejut menemukan bekas gigitan gigi bayi yang sedang tumbuh. (Rata-rata, gigi pertama tumbuh pada umur antara 4 dan 7 bulan, tapi bisa terjadi lebih awal.)

8. Beradaptasi dengan lingkungan

Bayi belajar dari rangsangan dunia di sekitar mereka, tapi terkadang mereka mengalami kesulitan memproses semuanya. Seperti cahaya lampu yang terlalu terang, kebisingan, dan masih banyak lagi. Jika si bayi kesulitan untuk menerimanya, maka ia akan mulai menangis. Maka, silahkan Bunda coba untuk pergi ke tempat lebih sepi atau cahaya lampunya yang tidak terlalu terang.

9. Ingin mengetahui lebih banyak tentang lingkungan

Seorang bayi yang “menuntut” mungkin bersikap ramah dan bersemangat untuk melihat dunia. Dan seringkali satu-satunya cara untuk menghentikan tangisan dan rewel adalah tetap aktif. Coba kenakan bayi bunda menghadap ke depan di depan sehingga dia bisa melihat semua aktivitas di sekitarnya. Rencanakan banyak aktivitas. Nongkrong dengan orang tua lain dengan bayi. Pergilah ke tempat-tempat yang ramah anak-anak, seperti taman bermain lokal, museum anak-anak, atau kebun binatang.

10. Tidak enak badan

Jika bunda telah memenuhi kebutuhan dasar bayi bunda dan menghiburnya namun dia masih menangis, berarti dia sedang mengalami sesuatu hal lain. Coba periksa suhu tubuhnya untuk mengetahui apakah si bayi mengalami komplikasi demam maupun penyakit lainnya.Tangisan bayi yang sakit cenderung berbeda dari yang disebabkan oleh kelaparan atau frustrasi. Jika tangisan bayi bunda tidak terdengar “benar,” percayalah naluri  bunda atau temui dokter.

Jika bayi Bunda masih menangis, maka…

Ketika Bunda yakin si bayi tidak kelaparan, popok mereka bersih, suhu tubuh mereka normal. Namun tetap saja sang bayi masih menangis. Tentunya sang bayi punya alasan tersendiri. Tapi mereka bisa menyampaikannya dengan kata-kata untuk memberi tahu bunda apa yang salah. Bahkan orang tua yang paling bijaksana pun tidak dapat membaca pikiran bayi mereka. Namun, Bunda tetap bisa menghibur bayi Bunda meskipun Bunda tidak tahu mengapa dia menangis.