Cara Mengatasi Bayi Batuk di Malam Hari

Bayi Batuk di Malam Hari

Mengatasi Bayi Batuk di Malam Hari – Ketika bayi bunda sering batuk di malam hari, ini akan bisa menjadi masalah yang tidak bisa disepelekan, karena selain mengganggu waktu bunda untuk beristirahat, tetapi hal ini juga bisa berbahaya kepada sang balita jika dibiarkan secara terus-menerus.

Nah, sekarang tipsbunda.co akan berbagi salah satu tips perawatan bayi yaitu tentang bagaimana cara mengobati bayi batuk yang sering terjadi di malam hari.

Penyebab Bayi Batuk di Malam Hari

Batuk pada malam hari tidak dianggap normal pada bayi dan biasanya lebih buruk di malam hari karena posisi tidur Bayi Bunda saat ia berbaring telungkup. Batuk malam hari bisa menjadi indikasi beberapa kondisi kesehatan pada Bayi Bunda.

“Batuk di malam hari bisa juga dipicu oleh lendir yang melintas di refleks muntah.” kata Hai Cao, M.D., seorang dokter anak di Brooklyn.

Jika bayi Bunda sakit, tindakan batuk itu sendiri bekerja untuk membersihkan tenggorokan dan bagian atas dari lendir dan kemacetan. Reaksi asam yang muncul pada makanan juga akan menyebabkan bayi Bunda akan batuk pada malam hari.

Jika bayi bunda sudah bisa makan makanan yang padat maka hindari makanan seperti coklat dan gorengan yang dapat memicu batuk pada bayi bunda di saat malam hari. Selain itu, jangan biasakan bayi makan 2 jam sebelum tidur.

Pertumbuhan gigi pada anak juga akan menyebabkan batuk pada malam hari. Saat anak Bunda tumbuh gigi akan terdapat peningkatan air liur yang memungkinkan air liur ini masuk ke belakang tenggorokan anak Bunda. Jika itu penyebabnya, maka Bunda tidak perlu khawatir. Namun, Bunda perlu khawatir ketika batuk pada anak akan juga diikuti oleh demam yang disertai dengan lendir berwarna kuning kehijauan.

Jika batuk berasal dari paru-paru, tanda-tanda visual dari masalah pernapasan akan terlihat jelas. “Perut akan kembung dan kempis, dan otot di antara tulang rusuk akan berkontraksi dengan setiap napas,” kata Dr. Cao. “Tenggorokan juga akan masuk dan keluar dengan setiap napas, dan lubang hidung dan terdengar seperti suara kuda.”

Jika tanda-tanda visual itu tidak ada, kemungkinan batuk berasal dari ujung hidung dan dapat diatasi dengan menjaga agar saluran udara bagian atas tetap bersih.

Cara Mengobati Bayi Batuk

Obat batuk dan pilek biasa tidak akan sesuai untuk bayi Bunda. Obat-obatan ini tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia enam tahun, karena risiko efek sampingnya yang berbahaya. Bunda dapat membantu bayi Bunda dengan melakukan hal berikut:

  • Pastikan bayi bunda banyak istirahat.
  • Tawarkan ASI ekstra atau umpan botol. Bayi bunda akan membutuhkan banyak cairan untuk melawan infeksi.
  • Berikan dosis parasetamol bayi atau ibu profen bayi yang benar. Obat penghilang rasa sakit ini akan membantu menurunkan demam bayi bunda. Bayi bunda dapat memiliki parasetamol bayi dari dua bulan jika dia lahir setelah 37 minggu dan beratnya lebih dari 4 kg (9 lb). Dia bisa memiliki bayi ibuprofen jika ia berusia tiga bulan dan lebih tua, dan beratnya minimal 5kg (11 lb).
  • Pernapasan dalam uap dapat membantu meringankan batuk bayi bunda. Cobalah duduk dengan bayi di kamar mandi .
  • Jika bayi bunda berusia lebih dari satu tahun, bunda bisa mencoba memberinya minuman hangat dari madu dan lemon. Padahal sebaiknya tidak memberi bayi di bawah usia satu tahun untuk minuman ini, karena risikonya keracunan makanan dari madu.

Segera Bawa ke Dokter Jika…

Jika bayi bunda berusia di bawah tiga bulan, sebaiknya bawa ke dokter kapan pun dia sakit. Bunda juga harus membawa bayi bunda ke dokter jika:

  • Batuknya tidak membaik setelah lima hari.
  • Batuknya memburuk.
  • Suhu tubuhnya naik di atas 38 derajat C jika ia berada di bawah tiga bulan, dan di atas 39 derajat C jika ia berusia di bawah enam bulan.
  • Dia mengalami kesulitan bernafas.
  • Dia batuk lendir hijau, coklat, atau kuning.

Pengaruh Batuk Terhadap Anak

Tergantung batuk apa yang dimiliki bayi Bunda. Batuk kering biasanya merupakan gejala flu biasa. Kemungkinan besar bayi Bunda memiliki jenis batuk yang disertai pilek. Bayi Bunda mungkin akan mengalami pilek sekitar delapan kali di tahun pertamanya, sementara sistem kekebalan tubuhnya akan menguat.

Batuk kering disebabkan oleh pembengkakan tenggorokan dan jalan napas bagian atas. Bengkak menyebabkan sensasi menggelitik di bagian belakang tenggorokan bayi Bunda, membuatnya batuk untuk menghilangkan iritasi.

Batuk berduri biasanya menghasilkan dahak (lendir). Ketika batuk, bayi Bunda sedang berusaha untuk mengeluarkan dahak dari paru-parunya. Batuk juga bisa disertai dengan:

  • demam
  • sakit tenggorokan
  • hidung berair atau tersumbat
  • sifat lekas marah
  • mata merah
  • kehilangan selera makan
  • kelenjar getah bening bengkak di bawah ketiaknya, di lehernya, dan di belakang kepalanya.